Agus Suryadi, SDN Rengasdengklok Utara 1, KARAWANG

Masih belajar menulis dan merangaki kata....

Selengkapnya
BIDADARI TENGIK

BIDADARI TENGIK

BIDADARI TENGIK

Ini yang paling aku benci ketika pulang kerja, hujan. Hampir seminggu ini setiap pulang kerja disambut oleh hujan. Bukan apa-apa, pekerja kelas bawah seperti aku ini, harus rela hujan-hujanan untuk bisa pulang ke rumah. Maklum, belum punya mobil pribadi. Sebenarnya, aku pergi ke kantor menggunakan sepeda motor, tapi motor aku titipkan di tempat penitipan motor. Selanjutnya aku menggunakan kendaraan umum untuk bisa sampai di tempat kerja.

Setelah merapikan meja kerja, aku bergegas menuju pintu keluar. Jam sudah menunjukan pukul lima sore. Di luar tampak gelap, bukan hanya karena waktu yang memang sudah sore, tapi mendung juga mendukung suasana menjadi sedikit lebih dramatis.

Hujan mulai turun, ini bukan gerimis ... tapi hujan lumayan lebat. Aku berlari memburu halte yang ada di depan kantor. Lumayan sepi di halte, ada sekitar lima orang, semuanya perempuan. Jujur saja, aku paling suka bila ada perempuan yang menunggu di halte jika hujan-hujan begini. Baju yang mereka pakai biasanya agak basah, juga rambutnya. Sexi dan menggairahkan ... ups!

“Permisi,” ucapku, berusaha ramah. Senyum aku pasang semanis mungkin.

“Boleh ikut duduk?” tanyaku.

“Oh, silahkan,” perempuan berambut panjang bergeser, memberi ruang untuk aku duduk.

Ada tiga orang yang duduk di bangku halte, dua orang berdiri, hampir mepet denganku. Mereka menghindari air hujan yang terbawa angin.

“Dingin, ya?” tanyaku sok akrab.

Perempuan cantik di sebelah kanan tersenyum. Olaahhh cantik banget!

“Iya, Mas baru pulang?” tanya perempuan itu.

“Oh, iya .. iya ...” jawabku gugup. Tas yang ada dipunggung aku pindahkan ke samping kanan.

“Kerja di mana?” tanya perempuan itu lagi.

“Di kantor belakang,” jawabku singkat.

Pluk!

Telepon genggam perempuan yang ada di sebelah kiri jatuh.

Dia berusaha mengambil, tapi aku buru-buru mengambilnya. Sialnya, telepon genggam perempuan itu hancur. Isinya berantakan. Terpaksa aku jongkok dan memunguti bagian-bagian telepon genggam. Tidak mungkin dong jika perempuan itu yang harus memungutinya, secara dia memekai rok mini. Mini banget malah .. hehe lumayanlah, bisa lihat kaki mulus. Hahaha

“Duh, maaf sudah merepotkan,” ia mengucapkan kata terima kasih dari bibirnya yang sexi.

“Mmm, sama-sama,” jawabku sok pahlawan.

Hujan masih turun. Dingin mulai menusuk. Mobil yang aku tunggu belum juga tiba.

Dua menit kemudian mobil datang, tapi bukan jurusan yang aku mau.

Mobil itu tepat berhenti di depan halte, ke lima perempuan cantik itu bergegas naik ke mobil. Duh, pelangi indah datang bersama perginya para bidadari cantik itu.

Hanya aku yang duduk di halte, sementara hujan masih saja turun. Hari mulai gelap.

Aku melirik jam tangan.

Sial, jam tangan mati. Aku membuka resleting tas untuk mengambil telepon genggam, tadi aku menyimpannya di dalam tas untuk menghindari air hujan.

Lama mencari tapi telepon genggam tidak juga aku temukan.

Aku merogoh saku celana depan dan belakang ... telepon genggam tetap tidak ada. Malah dompet yang baru saja diisi dengan uang gaji, juga tidak ada.

“Haduuhh ...!” aku menjerit kecil.

“Dasar bidadari tengik kurang asem! ... berani-beraninya nyopet Ha-pe sama dompet, awas ya!” aku berlari menerjang hujan, mengejar mobil yang membawa lima gadis yang sudah menguras isi tas dan dompetku.

Sial!

Rdk-03-02-17

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali