Agus Suryadi, SDN Rengasdengklok Utara 1, KARAWANG

Masih belajar menulis dan merangaki kata....

Selengkapnya

ODING, DADANG DAN KEBUN HAJI SATAR

”Jadikan kita operasi di kebonnya Haji Satar?” tanya Oding.

“Aku mah siap ajah atu, kang. Tapi jam berapa kita mulai operasinya?” Dadang balik bertanya.

“Nanti jam dua malem ya, Dang. Jangan lupa bawa karung, sekalian senternya,” Dadang memberikan perintah.

Jadilah jam Dua dini hari dua sekawan ini menyatroni kebun duren milik haji Satar yang memang sedang berbuah ranum.

Mereka mengendap-endap mendekati pohon duren. Sesuai rencana, Oding yang akan memanjat pohon duren dan Dadang bertindak sebagai penjaga keamanan dibawah pohon sekaligus bertugas sebagai pengumpul hasil operasi.

“Dang! ... siap-siap! senterin atuh, Dang, ini buahnya kagak keliatan! Gelap tau!” kata Oding setengah berteriak.

“Aduh! Senternya mati. Gimana ini teh?” jawab Dadang.

“Ya udah, nih aku petik durennya. Kamu kumpulin ya. Awas hati-hati! Jangan deket-deket pohon duren,” ucap Oding dari atas pohon.

Dadang berusaha menjauh dari pohon duren. Tapi karena gelap, kakinya tersandung akar pohon. Dadang terjatuh.

Sepi.

Sementara Oding asik mencari-cari buah duren. Petik lempar ... petik lempar ... petik lempar.

“Dang! ... Dadang!... Udah dikumpulin durennya? Hayu atuh, jangan diem ajah. Kok sepi amet sih?” Oding berusaha turun dari pohon duren.

Setelah sampai di bawah, Oding sibuk mencari Dadang. Ada beberapa buah duren yang masih tercecer. Diantara buah duren yang tergeletak di atas tanah, ada juga seseorang yang tergeletak tak berdaya. Dadang. Kepalanya berdarah. Ada yang tertancap di kepala Dadang. Duren sebesar kepala persis berada di kepala Dadang.

“Waduh! Dang? Kenape ente? ... Dadaaaanggg ....” Oding panik.

Dadang membuka matanya. “Mate lu sliwer ... kepala gue ketimpa duren, eh lu malah nanya. Dasar oneng!” Dadang langsung pingsan.

Rdk-09-03-15

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali