Agus Suryadi, SDN Rengasdengklok Utara 1, KARAWANG

Masih belajar menulis dan merangaki kata....

Selengkapnya
PEMBUNUHAN SADIS

PEMBUNUHAN SADIS

PEMBUNUHAN SADIS

Bergegas aku membersihkan diri setelah mendengar pengumuman tentang penemuan mayat perempuan di kebun Haji Jajang.

Tempat penemuan mayat penuh sesak, orang-orang berdesakan, ingin melihat secara langsung siapa yang telah menjadi korban pembunuhan yang disebut-sebut sadis dan kejam.

Sudah ada garis polisi yang terpasang, dan beberapa petugas berseragam coklat sibuk memotret dan mencari sesuatu disekitar mayat. Banyak darah dan masih basah.

“Kasian ya, masih muda banget tapi mati dengan cara mengenaskan, bener-bener gak nyangka.” Kata Mak Lilis yang berdiri tak jauh dariku.

“Iya, mana cantik lagi, padahal dia juga baik ....” Mak Aliyah tak kuasa menahan air matanya yang mulai menetes.

Aku mencoba menguping pembicaraan mereka.

Pembunuhan janda muda yang juga tetangga dekat, rumahnya tidak terlalu jauh dengan rumahku. Sekitar limaratus meter.

Kartika, namanya janda yang harus meregang nyawa dengan begitu mengerikan, baru berusia Duapuluhsatu tahun terkenal dengan kecantikannya. Janda yang baru enambulan bercerai, karena sering cek-cok dengan suaminya yang pengangguran, pemabuk dan ringan tangan.

Banyak lelaki yang mencoba mendekati janda cantik itu, bagaimana tidak? Kulitnya yang putih mulus, tinggi semampai dan berambut panjang. Termasuk aku tentunya, mencoba untuk mendekati dan mencuri hatinya.

Tapi sayang, aku tidaklah kaya, apalagi tampan. Usia sudah kepala tiga, tapi belum juga menikah. Banyak yang bilang aku bujangan lapuk, jelak dan gak bakalan laku! Benar-benar menyakitkan! Kartika termasuk perempuan yang pernah menolak pinanganku. Dulu.

Semakin siang orang-orang semakin berkerumun ditempat kejadian. Semua saling menduga-duga, siapa orang yang dengan tega telah membunuh Kartika, janda muda cantik jelita itu? Apalagi ada bekas cekikan dileher jenjangnnya, juga hantaman dan tusukan dibeberapa bagian tubunya. Semua orang yang melihat, mengutuk pembunuh sadis tersebut. Mereka bilang kalau si pembunuh seorang iblis dan berhati binatang! Kejam! sangat kejam!

Aku tidak berani mendekat, sekedar untuk melihat kondisi mayat Kartika si Janda cantik yang sekarang kecantikannya sudah tidak isa dinikmati lagi. Sudah kaku!

Suara sirine mobil ambulan, dan dua mobil polisi kembali datang kelokasi penemuan mayat.

Perutku terasa mual setelah melihat ada anjing pelacak yang diturunkan dari atas mobil polisi yang baru saja datang.

Bergegas aku pulang.

Setelah sampai di rumah, aku masuk ke dalam kamar dan mencoba membaringkan badan.

Ada perih disekitar pundak dan dada. Aku berusaha bangkit dan mencoba untuk membuka kaos yang aku kenakan, bersamaan itu pula pula pintu kamar didobrak paksa dan terkaman anjing pelacak tepat di atas tubuhku! Sama percis seperti aku mengoyak tubuh Kartika ketika dia tidak mau melayani nafsu bejatku malam tadi!

Huff.

Rdk-#gak-ada-ide-blank

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

terima kasih, bunda Rini ... saya masih belajar menulis, masih perlu bimbingan.

04 Oct
Balas

Ceritanya bagus Pak.....

04 Oct
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali